histat

PUISI DIALOG SUBUH

DIALOG SUBUH
Jumeimi Mulyati

Bangunlah anakku
dengarlah indahnya suara azan subuh
memanggilmu

Suara itu berkumandang menembus dinginnya pagi
menyusuri jalan-jalan yang masih lengang dan sepi
menapaki perbukitan ilalang
menuruni jurang yang terjal
mengetuk pintu-pintu yang masih rapat terkunci

Segera lepaskan selimut malammu anakku
bergegaslah kepancuran
sucikan diri dan nurani
agar kantuk yang tersisa
enggan yang bergayut
terbasuh wudukmu

Lihatlah anakku
sajadah yang terbentang
tasbih yang melingkar
menunggumu

Berdirilah di sajadah subuh itu anakku
dingin yang memaggut
hangatkan dengan zikirmu
Sepi yang menggantung
riuhkan dengan tasbihmu
Sunyi yang mencekam
ramaikan dengan doamu

Sesaat lagi
malaikat pagi akan mengusung subuh ini
menghadap Illahi
Tulis catatanmu dalam rukuk dan sujud anakku
Agar mahkamah Illahi
memutuskan surga untukmu

Guru
Fasya

oh guruku...
kau telah mengajarkan ku ilmu yang banyak...
engkau tetap sabar mengajarku bila aku ribut dikelas...
aku tahu bila kau memarahi aku tandanya kau sayang pada kami...
oh guruku tersayang...
oh guru tercinta...
maafkan kesalahnku yang telah kubuat...
dan terima kasih atas semua jasa jasa yang telah kau berikan...


0 komentar:

Posting Komentar